-->

Cara Menikmati Hidup - Hidup Perlu Dinikmati


Jadi begini, hidup itu banyak sekali artiannya dan banyak pula yang memaknainya. Sebelum aku membahas tentang hidup ini, ada baiknya kita perlu menenangkan diri terlebih dahulu. Sehingga kita bisa mengartikan hidup kita saat ini, nanti dan kedepannya akan bagaimana.

Sudah?... Pasti masih bingung. Jelasss... soalnya aku juga tidak memahami itu juga. Tapi setiap dari kita punya definisi masing masing yang menurut kita paling susuai. Apa itu?... Ya hanya kamu yang tau.


Sudahlah... Jalani saja dengan rasa tanggung jawab dan jangan pernah berpikir untuk lari. Kenapa?... Ya yang pasti akan menambah masalah lain dihidup kita. Pasti itu... Karena kita hidup itu adalah ujian, hidup kita di dunia ini hanya sementara. Itu yang aku percayai, kalau kamu punya kepercayaan lain sih gak apa apa juga. Gak ada pengaruh juga dihidup kita ini. Wkwkwk...


Tapi yakinlah kawan, ayolah jangan terlalu berfikir tantang dunia, boleh tapi jangan banyak banyak. Yaweslah jalani, nikmati dan syukuri. InsyaAllah pasti ada jalan, pasti itu... Sriusan... Bagi yang yakin sih. Hihihihi...


Coba deh baca celotehan aku yaang ini (Klik Gaes), atau ini (Klik Gaes). Terus ayo kita berpikir lagi dan mulai merenung lagi dan berdoa supaya diberi kekuatan untuk melalui semua ini. Aaminnnnn...


Sebenarnya sama gak jelasnya sih, yah setidaknya bisa jadi referensi kamu untuk sedikit menjadi sadar bahwa kamu ditak sendirian di dunia ini, masih banyak dari kita yang punya masalah yang lebih rumit dari milik kita.


Tetap selaw, perbanyak teman baik, banyak beribadah dan kurang kurangi berpikir negatif. Srius coba deh...


Intinya berpkirlah positif disetiap situasi apapun, tahan amarah dan lakukan yang terbaik minimal untuk kita sendiri. Setidaknya tidak menyakiti kita dengan parah masihlah kita bisa bertahan, iya kan?...


Karena pada dasarnya manusia hidup itu pasti ada masalah, dan masalah pasti datang pada manusia yang masih hidup dan akan berakhir ketika kita berpisah dengan dunia ini, alias meninggal dunia. Dead...


Jadi tetap nikmati hidup ini kawan, santai kawan, jangan terlalu dipikir pusing, kita punya Tuhan yang bisa menyelesaikan masalah kita tanpa kita harus berjuang mati matian. karena kematian hanya milik Tuhan semata. Keep Smile! Hihihihi...

Ini Tentang Biaya Hidup Bukan Gaya Hidup



Jangan hanya difikirkan tapi mulailah untuk merubahnya mulai saat ini. Jangan mau diperbudak oleh uang dan pekerjaan yang hanya sementara. Belajar hidup sederhana, secukupnya dan banyak banyak bersyukur. Karena semua yang kita punya hanyalah titipan semata.

Masih banyak hal yang bisa dikerjakan dan diprioritaskan lagi, jangan hanya menuruti gaya yang gak akan berhenti, pasti akan ada hal baru lagi dan lagi.

Jadi mulailah berubah, agar hidup lebih baik dan lebih sejahterah. Aaminnnn...

Hidup = Masalah (Tentang Hidup) Part#4

Hey.. Bagaimana kabarmu? Pasti baik-baik sajakan?

Setelah hidup beberapa tahun ini, apa kita tidak menyadari sesuatu? Sesuatu yang tidak kita sadari sebelumnya. Apakah ada yang sudah menyadarinya atau masih ragu dengan apa yang kita pikir sudah sadari? Kita tak benar-benar tahu apa yang akan kita sadari, sampai apa yang kita sadari itu terjadi. Kenapa harusn menunggu itu sampai terjadi, kalau itu baik mungkin tidak masalah tapi kalau yang kita sadari itu tidak baik untuk kita atau sekitar kita mengapa kita tidak segera menyelesaikannya atau bertindak agar itu tidak terjadi dalam hidup kita?. Kita sama-sama makhluk yang diciptakan Tuhan paling sempurna tapi tindak tanduk dan keinginan serta tujuan kita tidak sama. Maka dari itu, kalu bukan kita sendiri yang memulai, siap lagi?.

Kadang kita butuh sebuah keheningan untuk merasakan dan mengertikan diri kita sendiri untuk menjadikan kita lebih peduli. Terutama pada diri kita sendiri selanjutnya baru orang lain. Kenapa, karena kita harus menyayangi diri sendiri terlebih dahulu sebelum menyayangi orang lain. Bukan berarti kita tidak mau berkorban untuk orang lain, tapi kita mulai hal baik dari diri sendiri terlebih dahulu untuk memotivasi diri kita agar lebih bisa mengertikan orang lain juga. Tempatkan diri kita, posisikanlah diri kita dimana kita bisa merasakan perasaan orang lain dan memulai berbuat baik.

Hidup memang hanya sekali, bukan berarti harus egois menuruti keinginan hati. Tapi bagaimana kita bisa berbagi dan menolong orang lain. Kita penting dan kita juga harus jadi prioritas diri kita sendiri, tapi tidak melupakan kebaikan orang lain disekeliling kita. Karena pada dasarnya manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Anda bisa hidup sendiri? Saya tidak bisa... Karena kita diciptakan berpasangan dan tidak sendirian. Jika anda merasa bisapun jangan pernah lakukan itu, karena sendiri itu menyakitkan. Lebih sakit dari sakitnya ditinggal pergi saat pas lagi sayang-sayangnya. Ahihihi...


Hidup kita ini spesial, kita dilahirkan dari rahim ibu kita dengan penuh perjuangan, nyawa sebagai taruhannya. Tak banyak didunia ini harus berakhir setelah dilahirkan ke dunia, baik si bayi ataupun si ibu. Maka kita harus banyak-banyak bersyukur atas kehidupan ini, bukan malah mengutuknya. Karena yang berhak mengutuk suatu kehidupan hanya Tuhan. Kita diberi kesempatan ini untuk berusaha menjalaninya, menikmatinya dan selalu mensyukurinya agar hidup kita bermakna. Untuk mengerti ini lebih lanjut bisa baca postingan saya yang ini. “ Hidup Itu Cukup Jalani,Nikmati & Syukuri” . Setidaknya disitu saya menuliskan sedikit pengetahuan yang saya ketahui. Mungkin ada yang lain menurut anda? Jika ada maka tolong sampaikan walau hanya satu ayat. >_<


Hidup tak lebih dari sekedar pemberhentian semata, tapi selama kita menunggu, kenapa tidak kita berbuat baik kepada sesama. Mengumpulkan kebajikan untuk nanti selepas nafas ini terhenti.
Salam Si_BocahLaliOmah


Hiduplah Seperti Yang Kau Mau Tapi Jangan Sampai Lupa Waktu | Hiduplah Dengan Tujuan

Kenapa ya?.. Apanya?.. Em..

"Hidup adalah masalah, kalau tidak ingin ada masalah maka jangan hidup".

Hidup sesimpel itu menurutku gaes. Hidup selalu butuh perjuangan dan pengorbanan, tanpa itu mungkin hidup ini akan terasa sangat membosankan. Membosankan dalam artian kalau hidup kita ini ya begitu-begitu aja (monoton) ndak ada gregetnya sama sekali. Padahal kita sudah diberi 1 kali hidup di dunia ini, mengapa tidak kita pergunakan waktu ini (hidup ini) dengan baik?.. Why?..

Mungkin Bisa Buat referensi bacaan : 
1. Hidup = Masalah
2. Pernhkah Kita Berfikir "Kenapa Kita Dilahirkan Diduni Ini?"

3. Hidup Itu Cukup Dijalani, Nikmati dan Syukuri

Kembali ketopik utama, masalah hidup yang tak pernah ada habisnya tapi aku suka untuk membahasnya. Kenapa?.. Karena menarik. Karena hidup tidak sekedar hidup, tapi punya tujuan dan tujuan itulah yang menjadikan menariknya hidup. Em...

Kita bisa hidup sesuka kita, semau-maunya kita seharusnya tidak ada yang melarang. Hanya saja kita tidak hidup sendirian di dunia ini jadi muncullah peraturan-peraturan dibuat untuk menjaga kita dan orang lain. Tapi yang pasti manusia punya keinginannya masing-masing yang tidak mungkin sama dengan orang yang lain. Kalau saja ada yang sama, berarti itu sebuah kebetulan atau takdir yang direncanakan Tuhan. Iya apa iya... Anggap saja begitu, tidak usah dibuat ribet. Gitu aja kok repot...

"Hiduplah Seperti Yang Kau Mau Tapi Jangan Sampai Lupa Waktu" | Hiduplah Dengan Tujuan.

Yah... Entah mengapa banyak orang mengabaikan akan hakikat dari hidup itu sendiri. Terkadang sibuk oleh angan-angan yang tiada habisnya atau disibukkan oleh gemerlapnya dunia ini. Padahal hidup ini memiliki waktu, dimana waktu terus mengejar kita bahkan disaat kita tidak sadari waktu telah terhenti.

Bagaimana kita bisa menyadarinya bahkan akupun masih bertanya-tanya akan hal itu. Kita yang telah lupa dan mulai mengabaikan sekitar kita karena ketakutan-ketakutan kosong. Alih-alih ingin menyelamatkan diri sendiri dari ketidakpastian yang akan terjadi nanti.

"Nanti biarlah menjadi nanti, sekarang jangan biarkan berlalu begitu saja dan kemarin buatlah jadi pelajaran bahwa kita pernah melewatinya".

Kemudian, apa yang selama ini kita lakukan? Tidak bisa menjadi diri -sendiri dan bahkan meniru orang lain yang belum tentu baik untuk kita demi reputasi dan pujian. Apa yang kita dapat? Kepuasan? Kebanggaan? atau hanya sekedar untuk hiburan?

Bagaimana menurutmu? apa yang harus kita lakukan? aku tidak ingin berceramah karena aku juga bukan orang baik dan aku tidak ingin menggurui karena aku juga bukan seorang guru. Tapi aku ingin berbagi pemikiran ini sehingga kita bisa tahu bahwa hidup itu hanya sekali dan jangan pernah sia-sia kan itu. Ini sebagai catatan pribadiku sendiri tapi karena aku tulis disini aku juga ingin berbagi.

Terjebak Dalam Pemikiran Kita Sendiri | Teori Pemikiran Manusia Menurut August Comte

Pernah gak sih kita terjebak oleh pemikiran kita sendiri? Dipusingkan oleh masalah yang seharusnya tidak perlu dipusingkan lagi. Kenapa? Nha itu juga masih misteri. Namanya juga pikiran kita sendiri, ya dijawab sendiri donk harusnya. Em...

Setelah iseng iseng gak jelas akhirnya aku menemukan beberapa teori tentang pemikiran manusia.Teori ini menyatakan bahwa terdapat tiga tahap intelektual yang dijalani dunia ini sepanjang sejarahnya. Menurut August Comte dilahirkan pada 1798 di Montpellier, Prancis, bukan hanya dunia yang mengalami proses ini, namun kelompok manusia, masyarakat, ilmu pengetahuan, individu dan bahkan pikiran pun melalui ketiga tahap tersebut.
 
1. Tahap Teologis

Tahap ini menjadi ciri dunia sebelum tahun 1300. Selama masa itu, system ide utama dititikberatkan pada kepercayaan bahwa kekuatan supranatural dan figure-figur religious, yang berwujud manusia, menjadi akar segalanya. Secara khusus dunia sosial dan fisik dipandang sebagai dua hal yang dibuat Tuhan. Intinya pada tahap Teologis ini seseorang mengarahkan rohnya pada hakikat batiniah segala sesuatu, kepada sebab pertama, dan tujuan terakhir segala sesuatu, kepada sebab pertama, dan tujuan terakhir segala sesuatu. Menurut Comte pada tahap ini, manusia berkeyakinan bahwa setiap benda-benda merupakan ungkapan dari supernaturalisme. Tahap ini biasa disebut sebagai tahap kekanak-kanakan dimana manusia tidak mempunyai daya kritis sama sekali.

2. Tahap Metafisik

Tahap ini menurut Comte berlangsung antara tahun 1300 sampai dengan 1800. Era ini dicirikan oleh kepercayaan bahwa kekuatan abstrak seperti “alam”, dapat menjelaskan segalanya. Tahap metafisik sebenarnya hanya mewujudkan suatu perubahan saja dari zaman teologik, karena ketika zaman teologik manusia hanya mempercayai suatu doktrin tanpa mempertanyakannya, hanya doktrin yang dipercayai. Dan ketika manusia mencapai tahap metafisika ia mulai mempertanyaan dan mencoba mencari bukti-bukti yang meyakinkannya tentang sesuatu dibalik fisik. Tahap metafisik menggantikan kekuatan-kekuatan abstrak atau entitas-entitas dengan manusia. Ini adalah tahap peralihan dimana alam berpikir manusia sudah menanyakan tentang fenomena-fenomena yang ada di sekitar dirinya.

3. Tahap Positif

Tahap ini yang diperkirakan terjadi pada tahun 1800 dan seterusnya, merupakan tahap pamungkas dari hukum tiga tahap, atau biasa disebut tahap final. Tahap positif berusaha untuk menemukan hubungan seragam dalam gejala. Pada zaman ini seseorang tahu bahwa tiada gunanya untuk mempertanyakan pengetahuan yang mutlak, baik secara teologis ataupun secara metafisika. Orang tidak mau lagi menemukan asal muasal dan tujuan akhir alam semesta, atau melacak hakikat yang sejati dari segala sesuatu dan dibalik sesuatu. Pada zaman ini orang berusaha untuk menemukan hukum segala sesuatu dengan berbagi eksperimen yang akhirnya menghasilan fakta-fakta ilmiah, terbukti dan dapat dipertanggung jawabkan (secara empiris) .

Jelas bahwa dalam teorinya, Comte memfokuskan perhatian pada factor intelektual. Ia memang menegaskan bahwa kekacauan intelektual adalah sebab dari kekacauan sosial. Kekacauan yang tumbuh dari system ide sebelumnya (teologis dan metafisis) yang terus ada pada zaman positifis (ilmiah). Baru ketika positivis mengambil kendali sepenuhnya, keresahan sosial berhenti. Perlu dicatat bahwa proses ini adalah proses yang berjalan secara evolusioner, tidak perlu mendorong terjadinya gangguan sosial dan revolusi.


Gimana Gaes... Udah dapet pencerahankah? Itu teori sudah lama tapi kalau dipikir pikirlagi leh uga. Yah... Masih penuh dengan misteri... Ahihihi...

Back To Top